Pekan ini, publik dihebohkan dengan bahaya bakteri Listeria monocytogenes. Kehebohan tersebut muncul setelah Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PPKKP), Kementerian Pertanian Indonesia, mengumumkan pemusnahan bahan olahan makanan asal Korea Selatan, jamur enoki, pada Rabu (25/6).

Para peneliti saat ini juga menemukan bahwa wabah Listeria juga terkait dengan produk dan olahan susu, menurut CDC. Penyelidikan terbaru melacak bahwa Listeria bisa berada di keju lunak, seledri, kecambah, blewah, dan es krim.

Berikut daftar bahan makanan, selain jamur inoki, yang biasanya mengandung Listeria, menurut CDC.

1 Susu mentah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, produk dan olahan susu jadi tempat potensial bagi kontaminasi bakteri Listeria. Meski demikian, susu yang dimaksud tentu bukan semua susu.

Menurut CDC jenis susu yang paling mungkin mengandung Listeria adalah susu mentah (raw milk). Susu mentah sendiri adalah susu dari hewan apa pun yang belum dipasteurisasi untuk membunuh bakteri berbahaya di dalamnya.

Pasteurisasi itu merupakan proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan, seperti protozoa atau bakteri. Nah, susu mentah, atau susu yang belum disterilkan, dapat membawa berbagai bakteri berbahaya, termasuk Listeria, dan kuman lain yang dapat membuat kamu sakit hingga meninggal.

Menurut CDC, potensi keberadaan Listeria dan bakteri lain juga dapat ditemukan pada olahan susu mentah. Olahan dari susu mentah pun bisa dibuat menjadi berbagai produk, seperti keju lunak, es krim, dan yogurt.

  1. Kecambah mentah

Kecambah adalah bahan makanan berikutnya yang ideal untuk pertumbuhan bakteri Listeria, serta berbagai bakteri lain seperti Salmonella dan E. coli. Sebab, kecambah tumbuh di kondisi hangat dan lembab, yang mendukung bakteri untuk berkembang.

Kecambah itu sendiri punya jenis yang bermacam-macam, seperti kecambah alfalfa, semanggi, lobak, dan kacang hijau.

Tapi, itu bukan berarti kamu tidak boleh makan kecambah. Berdasarkan anjuran CDC, kecambah yang dimasak hingga matang bisa membunuh Listeria dan berbagai bakteri merugikan lainnya.

  1. Daging dan ikan olahan

Daging dan ikan olahan juga berpotensi tinggi mengandung Listeria. Untuk kedua bahan makanan ini, ada beberapa catatan penting dari CDC.

CDC menganjurkan agar orang yang berisiko tinggi untuk menghindari makan hot dog, daging makan siang, dan daging olahan lain kecuali jika dipanaskan sampai suhu internal 73,9 derajat Celsius atau sampai mengepul panas sebelum disajikan.

Selain itu, CDC juga menganjurkan agar kita sebisa mungkin menghindari paparan jus atau cairan daging olahan masuk ke makanan lain, peralatan, dan permukaan persiapan makanan. Kita juga perlu mencuci tangan setelah memegang hot dog, irisan daging, dan daging olahan lain serta menyimpan produk tersebut dengan aman di lemari es.

  1. Melon

Bahan makanan terakhir yang berpotensi terpapar Listeria adalah melon. Tapi, kamu bisa tetap makan melon dengan aman, menurut CDC, selama mengikuti beberapa anjuran berikut.

Pertama, potong melon sebelum dimasukkan ke lemari es. Pastikan kamu menyimpannya di lemari es yang bersuhu kurang dari 5 derajat Celsius. Buang melon di lemari es jika telah disimpan selama 7 hari. Untuk penyimpanan di suhu ruangan, kamu perlu membuang potongan melon tersebut jika telah didiamkan selama 4 jam.

Sumber : kumparan


BACA ARTIKEL LAINNYA