Seorang ibu rumah tangga yang berada di kota Semarang, Nunki Herwanti yang mana beliau dinyatakan positif terinfeksi virus corona SARS-CoV-2. Ini cukup mengejutkan karena mengingat Nunki yang sedang hamil lima bulan, lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

Pada saat telah dilakukan hasil tes swab miliknya menunjukkan positif infeksi virus corona SARS-CoV-2, ia yakin tak melakukan kontak dekat dengan banyak orang selama 14 hari terakhir.

Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah dari siapa ia tertular karena ia juga tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota maupun ke luar negeri.

“Ikut acara besar yang berkerumun juga enggak. Jadi kegiatan saya sehari-hari hanya antar-jemput anak dan itu tidak ada kontak fisik dengan siapa pun,” ujar Nunki, saat wawancara lewat video conference yang diunggah di akun YouTube Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020.

Berdasarkan penuturan Nunki yang mana selama mengantar-jemput anak-anaknya ke sekolah, dirinya juga tidak berinteraksi dengan siapa pun, termasuk orang tua murid lain. Kedua anaknya baru saja pindah sekolah tiga bulan belakang, sehingga dirinya belum banyak mengenal seorang wali murid.

Nunki pun juga merincikan kronologi sebelum dirinya dikonfirmasi positif COVID-19, penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2. Pada tanggal 16 Maret pagi, dirinya bangun dalam keadaan batuk dan pilek. Empat hari kemudian, dadanya mulai sesak napas.

Akan tetapi bahwa gejala itu disebutnya hilang-timbul dan sebagai efek dari batuk berdahak.

“Setelah diminumin air hangat, hilang sesaknya,” lanjutnya.

“Di situ juga saya untungnya udah memposisikan diri saya mungkin ini COVID-19, bukan flu biasa, bukan masuk angin biasa. Tapi masih antara ‘Tapi kok enggak demam?’, harusnya kan kalau infeksi kan demam. Ternyata hari kelima malam, demam, terus pagi harinya di hari keenam (masih) demam.”

Nunki  juga memang punya latar belakang pendidikan S1 Keperawatan, sehingga saat pandemi ini pun belum meluas dirinya sendiri sudah lebih dulu bersikap waspada.

“Karena saya tidak mau lengah, karena di rumah ada anak kecil dua, anak saya dan keluarga juga. Jadi ketika saya percaya kalau ini flu biasa, ini gak masalah, ini masuk angin, saya takutnya saya lengah sebagai manusia, akhirnya saya menularkan ke mereka,” ujarnya.

Sumber : kumparan.com


BACA ARTIKEL LAINNYA