Para peserta yang pada saat ini sudah dinyatakan lolos pada gelombang pertama pendaftaran Kartu Pra Kerja, maka pada saat ini sudah dapat mengikuti pelatihan.

Pelatihan yang diperuntukkan bagi para peserta Kartu Pra Kerja, dapat dilakukan secara offline maupun secara online.

Akan tetapi, selama pandemi Corona ini, para peserta Kartu Pra Kerja wajib atau bahkan diharuskan untuk melakukan pelatihan secara online.

Seperti yang diketahui bahwa bagi para peserta yang dinyatakan lolos, nantinya akan menerima bantuan uang untuk biaya pelatihan dan juga dengan insentif sebesar Rp 3.550.000.

Uang tersebut nantinya akan diberikan secara bertahap dalam 4 bulan dan akan ditransfer ke rekening peserta maupun melalui e-wallet.

 

Supaya para peserta Kartu Pra Kerja dapat mengikuti pelatihan secara online, peserta juga sangat diwajibkan melunasi biaya pelatihan atau kursus yang dipilih.

Dapat dikatakan pelatihan online Kartu Pra Kerja tidak gratis, melainkan biayanya tersebut ditanggung oleh pemerintah.

Melalui keterangan resmi Kartu Pra Kerja tahun 2020, pagu untuk mengikuti pelatihan Kartu Pra Kerja ditetapkan sebesar Rp 1.000.000 dari total uang yang diterima peserta yakni sebesar 3.550.000.

“Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1.000.000 yang dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra,” bunyi keterangan resmi Kartu Pra Kerja.

Insentif nantinya akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta.

Sumber : tribunnews.com


BACA ARTIKEL LAINNYA